|
Komentar Terakhir |
|
No comment... |
|
|
| Selamat Datang, Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnya website resmi KANTOR PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pengerjaan website ini, hingga akhir dari proses pembuatannya. Suatu kebanggan tersendiri website kami dapat melayani dan memberikan informasi kepada masyarakat secara real time dan terpercaya seputar Kota Malang. | Di era globalisasi ini kebutuhan tentang suatu informasi dan berita baik secara langsung mapun tidak langsung sangat tinggi, untuk itulah kami menyediakan suatu fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan tersebut. Kami memberikan informasi dan berita kepada masyarakat dengan tujuan kami dapat terbuka tentang suat hal yang dapat, sehingga antara masyarakat dengan instansi pemerintah terjalin hubungan kekeluargaan. Kami berharap untuk kedepannya teknologi informasi yang berkembang harus kita terima dengan lapang dada, karena teknologi informasi dapat memberikan kemudahan bagi kita. Dalam website ini masih banyak kekurangan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, untuk itulah kami mengharapkan kritik dan saran para pengunjung. Hal ini dapat menjadikan suatu koreksi terhadap kinerja kita di masa yang akan datang. Sekian Terima Kasih. | |
|
|
Operator Wimax Diminta Satukan Infrastruktur |
|
Wednesday, 07 July 2004 |
|
Malaysia telah memiliki empat operator pemegang lisensi Wimax. Kini pemerintahannya meminta keempat operator menggabungkan infrastruktur mereka.
Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Lim Keng Yaik meminta keempat pemegang lisensi Wimax di Negeri Jiran itu untuk melakukan penggabungan sumber daya dan saling berbagi infrastruktur. Lim mengatakan telah melakukan dua kali pertemuan dengan para pemegang lisensi untuk membahas hal itu.
Malaysia boleh dibilang menjadi 'percontohan' operasi akses internet broadband nirkabel alias Wimax di Asia Tenggara. Awal 2007 Malaysia telah menunjuk empat operator pemegang lisensi Wimax, yaitu Bizsurf Sdn Bhd, MIB Comm Sdn Bhd, Redtone-CNX Broadband Sdn Bhd serta Asiaspace Dotcom Sdn Bhd.
Keempat pemegang lisensi Wimax tersebut boleh dibilang sebagai operator kecil jika dibandingkan 'raksasa' seperti Telekom Malaysia dan Maxis. Kedua 'raksasa' itu bahkan memiliki keunggulan karena bisa menawarkan akses broadband nirkabel lewat jaringan seluler 3G.
Seruan penggabungan infrastruktur ini dilakukan mengingat biaya yang cukup besar dari pembangunan Wimax. Lim bahkan khawatir keempat perusahaan bankrut sebelum bisa melakukan operasional karena menanggung biaya pembangunan yang terlampau tinggi.
Di sisi lain, seperti dikutip dari CommsDay, Wimax di Malaysia telah diramalkan tidak akan berhasil. Sebuah laporan dari analis Lehman Brothers mengatakan hal-hal seperti populasi yang kecil, area yang sempit, pemain broadband seluler yang kuat, dan pemegang lisensi yang kurang berpengalaman menunjukkan 'masa depan suram' bagi Wimax di Malaysia. Views: 4077
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
| |
|
|
News Letter |
|
|
|
|